Selasa, 24 Oktober 2017

Kucing Persia Flatnose dan Ciri-Cirinya

Kucing Persia Flatnose dan Ciri-Cirinya


Perlu kamu ketahui pada dasarnya kucing persia flatnose tidak memilki hidung yang begitu pesek seperti kucing persia peaknose. Dan kucing persia Flatnose ini pertama kali dikembangkan di negara bagian barat yaitu Amerika Serikat.

Kucing persia Flatnose dan ciri-cirinya

Ciri-Ciri Kucing Persia Flatnose

Kucing persia flatnose  memiliki ciri-ciri khusus yang terletak pada hidungnya yang datar dengan muka tetapi kucing persia flatnose tidak memiliki hidung yang terlalu pesek seperti kucing persia peaknose.

Kucing persia flatnose memiliki kepala yang tidak bulat dan kepala kucing persia flatnose sedikit terlihat kotak dan tidak bulat.

Dan pada bagian bulunya sendiri kucing persia flatnose memiliki bulu yang panjang,sedangkan pada bagian matanya kucing persia flatnose memiliki mata yang kecil dan bukat dengan bentuk tubuh yang sedikit gemuk.

Dibagian telinga kucing persia flatnose memiliki bentukan yang kecil dan meruncing tetapi jarak antara keduannya agak berjauhan.

Nah sedangkan dibagian kakinya, kucing persia flatnose memiliki kaki yang sedikit pendek tetapi tidak terlallu pendek. Kucing persia ini termasuk kucing yang digemari oleh para catlovers loh karena bentuk tubuh kucing fatnose dan memiliki wajah yang unik.

Sehingga kucing ini banyak di gemari oleh para cat lovers.

Nah perlu kamu ketahui nih kucing persia Flatnose merupak jenis kucing yang aktif dan senang bermain.

Memiliki tingkah yang lucu sehingga bisa menghibur para pemeliharannya yang mungkin sedang merasakan kesepian,sedih galau dan lain sebagainya.

Maka dari itu kucing persia ini merupakan salah satu kucing persia yang recomended untuk dibeli atau di adopsi jika kamu ingin mempunyai sebuah kucing.

Cara Merawat Kucing Persia Flatnose

Jangan sampai ketika kita memtuskan untuk mengadopsi kucing persia flatnose ini kita tidak tau atau kurang paham untuk merawatnya.

Maka dari itu untuk mecegah hal tersebut ada baiknya kita memiliki pengetahuan sedikit demi sedikit tentang cara merawat kucing persia berjenis flatnose ini.

Pada dasarnya perawatan kucing persia tidak bisa dilakukan dengan semabrangan karena jenis kucing persia  ini memiliki bulu yang cukup panjang dibandingkan dengan kucing lainnya.

Hal di atas bisa mengakibatkan kucing persia bisa menjadi lebih jika terkena tebu sehingga bisa mengakibatkan bulu si kucing tidak menarik lagi dan bisa kusut terutama untuk jenis kucing persia flatnose ini yang memiliki bulu yang sangat lembut selembut sutra.

1. Rajin membersihkan bulu kucing
Kamu harus selalu menyisir atau menyikat bulu kucing persia dengan rajin setiap harinya terutama jika bulu sikucing termasuk jenis bulu yang panjang seperti kucing persia flatnose ini.

Karena fungsinya agar bulu sikucng bisa terlihat lebih rapi dan indah dan tidak ada bulu yang menggumpal.

Karena jika bulu menggumbal otomatis hal tersebut bisa menyebabkan kerontokan pada bulu lebat si kucing bahkan justru berpengaruh pada kesehatan si kucing persia flatnose ini loh.

Bisa juga dengan menyeka bulu kucing persia termasuk kucing persia flatnose ini dengan menggunakan tisu bayi. Karen tisu bayi dapat menghilangkan debu yang menempelpada bulu kucing persia ini.

2. Bersihkan telinga kucing
Selain membersihkan bulu-bulu kucing persia termasuk kucing persia flatnose ini kamu juga harus membersihkan telinga kucing ya, biasanya telinga kucing justru menjadi sarang kuman dan bakteri yang dapat mempengaruhi kesehatan kucing kamu loh.

3. Jangan lupa potong kuku kucing
Dan juga selalu rajin memotong kuku kucing persia kamu ya, jika kuku kucing mulai memanjang. Namun jagan dipotong habis

4. Beri dia vitamin
Nah selanjutnya jangan lupa untuk selalu memberikan si kucing persia flatnose ini vitamin secara berkala. Terutama pada jenis kucing persia flatnose yang akan diikut sertakan dalam kontes kucing.

Karena vitamin tersebut dapat membuat kucing persia flatnose kamu semakin cantik dan menawan, dan juga berpengaruh untuk kesehatan dan nafsu makan si kucing tersebut.

Selalu rutin untuk mengecek keadaan kucing kamu dan lebih baik dilakukan 3 bulan sekali. Supaya kamu tau kondisi si kucing.

Selalu melakukan vaksinasi terutama apabila kucing persia flatnose kamu yang baru lahir.

Menjaga kebersihan kandang terutama pada pembuangan kotoran ya, supaya sikucing sellau merasa nyaman. Dan juga jangan lupa luangkan waktu untuk mengajak main sikucing ya teman-teman!

Nah itulah beberapa penjelasan tentang kucing persia flatnose, jadi intinya sebelum mengadopsi kucing persia flatnose ini lebih baik dipikir terlebih matang dahulu dan jika sudah memilikinya dirawat dengan baik ya kucingnya. Semoga beberapa penjelasan diatas bermanfaat.

Sumber : kucingpedia.com

Sabtu, 21 Oktober 2017

Kucing Persia Himalaya dan Cara Merawatnya Lengkap

Kucing Persia Himalaya dan Cara Merawatnya Lengkap


Kucing himalaya atau persia himalaya (dahulu bernama kucing persia titik warna) adalah salah satu ras kucing domestik yang merupakan hasil persilangan antara ras persia dengan ras siam. Persilangan tersebut bertujuan untuk mendapatkan ras kucing dengan tipe badan yang sama seperti kucing persia, tetapi dengan pola warna seperti kucing siam. Kucing himalaya sangat identik dengan mata yang berwarna biru dan pola titik warna

Sejarah Kucing Himalaya

Kucing himalaya adalah kucing yang sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Akan tetapi, kucing himalaya baru diperkenalkan di Eropa pada tahun 1950-an dengan nama yang berbeda, yaitu persia titik warna.[2] Pada tahun 1957, kucing ini terdaftar sebagai ras kucing yang berbeda dengan kucing persia dan diberi nama himalaya. Namun, beberapa pendaftaran kucing memasukkan himalaya ke dalam variasi warna kucing persia karena pola dan karakternya yang sama.

Pada saat ini, kucing himalaya sudah dimasukkan ke dalam ras yang berbeda dengan ras persia oleh The International Cat Association (TICA). Tetapi, masih dimasukkan dalam kelompok yang sama dengan kucing persia dan kucing eksotis, yaitu kelompok Standar Kelompok Ras Persia. Namun, menurut beberapa peternak kucing, kucing himalaya masih dianggap sebagai versi warna lain dari persia, sehingga bukan sebagai ras terpisah.

Kucing Persia Himalaya dan Cara Merawatnya Lengkap

 

Karakteristik

Kucing himalaya adalah kucing yang bertubuh gemuk, besar, dan bulat dengan kaki yang pendek seperti kucing persia. Hal tersebut membuat mereka sulit untuk melompat. Namun, beberapa ras kucing ini ada yang memiliki tubuh seperti kucing siam, yaitu tubuh yang langsing, ramping, dan anggun.

Kucing himalaya dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan bentuk wajahnya, yaitu kucing himalaya wajah boneka dan kucing himalaya wajah datar. Himalaya wajah boneka memiliki wajah yang sedikit pesek jika dilihat dari samping, sedangkan himalaya wajah datar memiliki wajah yang sangat pesek jika dilihat dari samping, sehingga terlihat seperti datar.

Kucing himalaya memiliki bulu titik warna yang panjang pada telinga, wajah, kaki dan ekornya. Bulunya hadir dengan gabungan pola tabi, links, atau torti dengan warna anjing laut, biru, ungu, merah, krem, atau cokelat.
Sumber wikipedia

Penyakit yang sering di alami kucing persia himalaya

Umum nya untuk jenis kucing himalaya merupakan jenis kucing yang cukup bagus dari segi kesehatan dan tidak mudah terserang pernyakit. Tapi harus anda tahu bahwa kucing jenis ini juga memiliki penyakit turunan dari kucing persia yang di namakan penyakit PKD ( Polycystic kidney disease ) dan bisa di sebut kista pada ginjal.

Penyakit jenis ini merupakan penyakit yang akan mengalami gangguan di ginjal yang berupa tumbuhnya kista. Proses pertumbuhan pada jenis penyakit ini cukup berjalan lambat, sehinggga penderita penyakit PKD akan mengalami hal buruk di saat waktu yang akan datang, kurang lebih sekitar 1 sampai 2 tahun.

Untuk penyakit kista yang di alami kucing biasanya di alami oleh bayi pada kucing persia, penyakit ini pada umumnya akan menggerogoti ginjal dan merusak fungsi ginjal yang berguna untuk menyaring zat zat beracun di dalam tubuh kucing tersebut. Berikut adalah ciri ciri penyakit PKD yang harus anda ketahui,

1. Depresi berkepanjangan.
2. Selalu kehausan (dehidrasi).
3. Nafsu makan tidak ada.
4. Sangat sering buang air kecil.
5. Berat badan turun derastis ( kurus ).

Umum nya setiap kucing yang menderita penyakit PKD ( Polycystic kidney ) biasanya tidak akan terselamatkan. Di karenakan banyak peneliti serta dokter hewan mengatakan, jenis penyakit PKD atau kista pada ginjal di tubuh hewan jenis kucing tersebut, belum ada obatnya sampai detik ini!

Cara Merawat Kucing Persia Himalaya

Jangan sampai ketika kita memtuskan untuk mengadopsi kucing persia himalaya ini kita tidak tau atau kurang paham untuk merawatnya.

Maka dari itu untuk mecegah hal tersebut ada baiknya kita memiliki pengetahuan sedikit demi sedikit tentang cara merawat kucing persia berjenis himalaya ini.

Pada dasarnya perawatan kucing persia tidak bisa dilakukan dengan semabrangan karena jenis kucing persia  ini memiliki bulu yang cukup panjang dibandingkan dengan kucing lainnya.

Hal di atas bisa mengakibatkan kucing persia bisa menjadi lebih jika terkena tebu sehingga bisa mengakibatkan bulu si kucing tidak menarik lagi dan bisa kusut terutama untuk jenis kucing persia peaknose ini yang memiliki bulu yang sangat lembut selembut sutra.

1. Rajin membersihkan bulu kucing

Kamu harus selalu menyisir atau menyikat bulu kucing persia dengan rajin setiap harinya terutama jika bulu sikucing termasuk jenis bulu yang panjang seperti kucing persia himalaya ini.

Karena fungsinya agar bulu sikucng bisa terlihat lebih rapi dan indah dan tidak ada bulu yang menggumpal.

Karena jika bulu menggumbal otomatis hal tersebut bisa menyebabkan kerontokan pada bulu lebat si kucing bahkan justru berpengaruh pada kesehatan si kucing persia himalaya ini loh.

Bisa juga dengan menyeka bulu kucing persia termasuk kucing persia himalaya ini dengan menggunakan tisu bayi. Karen tisu bayi dapat menghilangkan debu yang menempelpada bulu kucing persia ini.


2. Bersihkan telinga kucing

Selain membersihkan bulu-bulu kucing persia termasuk kucing persia himalaya ini kamu juga harus membersihkan telinga kucing ya, biasanya telinga kucing justru menjadi sarang kuman dan bakteri yang dapat mempengaruhi kesehatan kucing kamu loh.

3. Jangan lupa potong kuku kucing

Dan juga selalu rajin memotong kuku kucing persia kamu ya, jika kuku kucing mulai memanjang. Namun jagan dipotong habis

4. Beri dia vitamin

Nah selanjutnya jangan lupa untuk selalu memberikan si kucing persia peaknose ini vitamin secara berkala. Terutama pada jenis kucing persia himalaya yang akan diikut sertakan dalam kontes kucing.

Karena vitamin tersebut dapat membuat kucing persia himalaya kamu semakin cantik dan menawan, dan juga berpengaruh untuk kesehatan dan nafsu makan si kucing tersebut.

Selalu rutin untuk mengecek keadaan kucing kamu dan lebih baik dilakukan 3 bulan sekali. Supaya kamu tau kondisi si kucing.

Selalu melakukan vaksinasi terutama apabila kucing persia himalaya kamu yang baru lahir.
Menjaga kebersihan kandang terutama pada pembuangan kotoran ya, supaya sikucing sellau merasa nyaman. Dan juga jangan lupa luangkan waktu untuk mengajak main sikucing ya teman-teman!

Nah itulah beberapa penjelasan tentang kucing persia himalaya, jadi intinya sebelum mengadopsi kucing persia peaknose ini lebih baik dipikir terlebih matang dahulu dan jika sudah memilikinya dirawat dengan baik ya kucingnya. Semoga beberapa penjelasan diatas bermanfaat.

Kamis, 19 Oktober 2017

Kucing Persia Peaknose dan Cara Merawatnya

Kucing Persia Peaknose dan Cara Merawatnya

Kucing persia peaknose menjadi primadona diantara beberapa jenis kucing persia yang ada di Indonesia. Saat ini ada sekitar 4 jenis kucing persia yang paling digemari di Indonesia.

Mungkin anda juga merasa ragu kenapa malah kucing peaknose yang paling laku di Indonesia dibandingkan dengan kucing persia tipe doll-face. Padahal bila dilihat secara fisik, kucing ini seperti memiliki cacat facially yaitu kondisi hidungnya yang pendek dan justru agak menjorok kedalam. Lalu apasih yang membuatnya lebih populer dibandingkan kucing persia jenis lain ?

Kucing persia peaknose pertama kali dikenal secara luas oleh masyarakat di Amerika Serikat sebagai kucing hias yang lucu. Kucing-kucing disana dirawat dengan baik dengan pembiakan yang selektif sehingga menghasilkan varietas kucing unggulan untuk sebuah pameran / show. Saat itu kucing ini begitu mempesona, dengan pawakan yang tenang dan memiliki tubuh yang montok kucing ini berhasil menarik sejumlah perhatian para pecinta kucing. Wajah dan matanya yang bulat seperti kebanyakan tipe kucing persia lainnya, kucing peaknose memiliki ciri khas pada hidungnya yaitu hidung yang kelihatan menjorok kedalam atau orang disini sering menyebut dengan istilah pesek.

Tampilan pesek pada kucing ini malah membuatnya menjadi lucu sehingga terasa lebih lengkap bila dibandingkan dengan jenis lain. Kalau jenis lain hanya memiliki tampilan yang elegan, tipe peaknose memiliki nilai lebih pada tingkat kelucuan wajahnya. Wajah yang lucu pada kucing persia peaknose dirasa banyak orang sangat cocok untuk menghuni rumah dan menjadi teman kita di social media maupun dunia nyata.
Cara merawat kucing persia
Gambar diambil dari kucingpedia.com

Cara merawat kucing persia peaknose

Jangan sampai ketika kita memtuskan untuk mengadopsi kucing persia peaknose ini kita tidak tau atau kurang paham untuk merawatnya.

Maka dari itu untuk mecegah hal tersebut ada baiknya kita memiliki pengetahuan sedikit demi sedikit tentang cara merawat kucing persia berjenis peaknose ini.

Pada dasarnya perawatan kucing persia tidak bisa dilakukan dengan semabrangan karena jenis kucing persia  ini memiliki bulu yang cukup panjang dibandingkan dengan kucing lainnya.

Hal di atas bisa mengakibatkan kucing persia bisa menjadi lebih jika terkena tebu sehingga bisa mengakibatkan bulu si kucing tidak menarik lagi dan bisa kusut terutama untuk jenis kucing persia peaknose ini yang memiliki bulu yang sangat lembut selembut sutra.

1. Rajin membersihkan bulu kucing

Kamu harus selalu menyisir atau menyikat bulu kucing persia dengan rajin setiap harinya terutama jika bulu sikucing termasuk jenis bulu yang panjang seperti kucing persia peaknose ini.

Karena fungsinya agar bulu sikucng bisa terlihat lebih rapi dan indah dan tidak ada bulu yang menggumpal.

Karena jika bulu menggumbal otomatis hal tersebut bisa menyebabkan kerontokan pada bulu lebat si kucing bahkan justru berpengaruh pada kesehatan si kucing persia peaknose ini loh. Cara mengobatinya: Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok.

Bisa juga dengan menyeka bulu kucing persia termasuk kucing persia peaknose ini dengan menggunakan tisu bayi. Karen tisu bayi dapat menghilangkan debu yang menempelpada bulu kucing persia ini.


2. Bersihkan telinga kucing

Selain membersihkan bulu-bulu kucing persia termasuk kucing persia peaknose ini kamu juga harus membersihkan telinga kucing ya, biasanya telinga kucing justru menjadi sarang kuman dan bakteri yang dapat mempengaruhi kesehatan kucing kamu loh.

3. Jangan lupa potong kuku kucing

Dan juga selalu rajin memotong kuku kucing persia kamu ya, jika kuku kucing mulai memanjang. Namun jagan dipotong habis

4. Beri dia vitamin

Nah selanjutnya jangan lupa untuk selalu memberikan si kucing persia peaknose ini vitamin secara berkala. Terutama pada jenis kucing persia peaknose yang akan diikut sertakan dalam kontes kucing.

Karena vitamin tersebut dapat membuat kucing persia peaknose kamu semakin cantik dan menawan, dan juga berpengaruh untuk kesehatan dan nafsu makan si kucing tersebut.

Selalu rutin untuk mengecek keadaan kucing kamu dan lebih baik dilakukan 3 bulan sekali. Supaya kamu tau kondisi si kucing.

Selalu melakukan vaksinasi terutama apabila kucing persia peknose kamu yang baru lahir.
Menjaga kebersihan kandang terutama pada pembuangan kotoran ya, supaya sikucing sellau merasa nyaman. Dan juga jangan lupa luangkan waktu untuk mengajak main sikucing ya teman-teman!

Nah itulah beberapa penjelasan tentang kucing persia pesek, jadi intinya sebelum mengadopsi kucing persia peaknose ini lebih baik dipikir terlebih matang dahulu dan jika sudah memilikinya dirawat dengan baik ya kucingnya. Semoga beberapa penjelasan diatas bermanfaat ya.

Selasa, 17 Oktober 2017

Kucing Persia Medium

Kucing Persia Medium

Kucing persia medium merupakan jenis kucing persia yang memiliki ukuran tubuh standar seperti kucing lainnya. Bulu yang dimiliki kucing ini tidak terlalu panjang, dan hidungnya tidak terlalu pesek seperti jenis kucing persia lainnya.

Bagi Anda yang ingin memelihara kucing, kucing persia medium cocok di jadikan pilihan, sebab perawatanya yang mudah bahkan untuk orang awam sekalipun. Tapi sebelum Anda memelihara kucing jenis ini yuk kenali terlebih dahulu ciri-ciri kucing persia medium.


Ciri-ciri kucing persia medium :

1. Kucing persia medium memiliki kaki yang lebih panjang dan sedikit lebih besar daripada kucing lokal

2. Memiliki bulu-bulu yang agak panjang dan lumayan lebat dibandingkan dengan kucing lokal.

3. Bentuk wajah dari kucing persia medium tidak terlalu rata dan hidung tidak terlalu pesek atau bentuk muka runcing tetapi tidak seruncing kucing lokal

4. Telinga yang lebih besar dan berdekatan

Cara Merawat Kucing Persia Medium

Jika Ada sudah memutuskan untuk memelihara kucing tentunya Anda juga harus merawatnya dengan baik dan sepenuh hati agar nantinya kucing tersebut bisa sehat dan lincah.

Berikut tips dan cara memelihara kucing persia medium :

Pilih makanan yang terbaik
Anda harus dapat memilih makanan kucing yang paling baik. Makanan baik ini adalah selain mempunyai aroma yang lezat juga mengandung kandungan yang bagus dan sehat untuk kucing Anda.

Porsi makan kucing harus pas
Pada saat Anda memberi makan untuk kucing Anda maka Anda harus memberi makan dengan porsi yang sesuai atau pas untuk kucing Anda.

Ada banyak jenis pakan untuk dapat Anda pilih untuk kucing Anda yang paling baik dan paling disukai oleh kucing Anda. Apabila kucing Anda kurang bernafsu makan maka Anda dapat memberikan makanan tersebut sedikit demi sedikit agar kucing Anda menyukainya. Dan cara lain yang juga dapat dan mungkin harus Anda lakukan adalah Anda harus memilih pakan untuk kucing yang bersih dan kering. Tekstur dari makanan kucing memang untuk kucing jenis persia adalah sangat berpengaruh karena dengan makanan ini maka kucing Anda menjadi lebih lahap serta mempunyai kotoran yang lebih kering. Makanan yang kering ini juga dapat membantu kucing Anda untuk membersihkan gigi kucing Anda.

Tempat pakan harus bersih dan besar
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah Anda harus memberi tempat pakan yang bersih dan mempunyai ukuran yang besar. Ini akan memudahkan kucing Anda untuk meraih makanannya.

Tempat minum harus efektif
Selain itu akan lebih bagus jika Anda meletakkan tempat minum untuk kucing Anda secara efektif agar kucing Anda dapat dengan mudah meraih minuman tersebut.

Ada kalanya tempat minum ini selalu membuat kandang kucing menjadi lebih mudah karena minuman selalu tumpah. Sehingga Anda harus tahu bagaimana cara melakukan minum tersebut untuk membuat kandang selalu bersih. Dan tentu saja Anda harus rajin membersihkan kandang agar sehingga tampak bersih dan kucing Anda akan menyukainya.

Kucing harus rutin dimandikan.
Memandikan kucing bukan hanya bertujuan agar tidak bau tetapi juga agar kucing terbebas dari kutu. Kutu dapat nembuat kucing tidak nyaman dan selalu menggaruk badanya sehingga bulunya akan mudah rontok.

Bulu kucing harus rajin di sisir.
Menyisir bulu kucing bertujuan untuk membuat bulu kucing tidak menggumpal atau gimbal. Sering kali kucing bermain di tempat basah sehingga membuat bulunya akan menempel, bila tidak segera di tangani akan membuat bulu tersebut gimbal.

Merawat kucing memang sudah menjadi kewajiban kita sebagai owner agar kucing sehat dan lincah, semoga artikel ini dapat membantu.

Hal-Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kucing Persia

Hal-Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kucing Persia


Melihat gambar kucing persia di atas jadi gemes yaa :) jadi kepengen punya kucing dehhh.
Tapi sebelum kita merawat kucing jenis persia, sangat baik untuk terlebih dahulu Mengenal Sejarah Kucing Persia  tersebut. Agar kita memahami bagaimana sejarah kucing persia atau asal usul kucing persia yang barangkali nantinya bermanfaat untuk mengembangkan dalam budidaya hewan tersebut. Saat ini penggemar ras hewan ini sudah banyak yang merambah ke berbagai kalangan tingkat ekonomi orang Indonesia, karena kucing ini memiliki penampilan yang unik yang bisa menghibur, lalu bagaimana sejarah dan asal usul kucing  tersebut ? silahkan lanjutkan membaca!

Sejarah Kucing Persia / Asal usul Kucing Persia

Kucing persia adalah ras kucing yang termasuk berbulu panjang atau disebut juga dengan Longhair Cat, memiliki wajah yang lebar dan hidung yang pesek.  Kucing ini berasal dari Persia yaitu nama terdahulu dari negri Iran. Dari namanya saja kita sudah bisa menebak bahwa kucing tersebut berasal dari Persia atau Iran pada saat ini. Pertama kali dibawa atau diperkenalkan ke negara Italia pada sektar tahun 1620 oleh seorang Pietro Della Valle dan kemudian diperkenalkan atau dibawa pula dari negara Turki ke negara Perancis oleh Nicholas Claude fabri de Peiresc.

Disebutkan dalam sejarah kucing persia bahwa dahulunya tidak berbulu panjang, kucing ini di besarkan di negara turki dengan Angoras Turki (kucing Anggora) yang berbulu panjang. Sejarah kucing persia dalam versi lain, dikatakan ras kucing ini dikembang biakkan bersama kucing liar dari Afrika untuk memperoleh kucing yang berbulu panjang.

Sejarah kucing persia dalam versi apapun dianggap sebagai kucing ras tertua dan bernilai tinggi. Sejarah kucing Persia dalam versi lain menganggap kucing ini  sebagai keturunan felis Libyca yang berasal  dari Asia dan Afrika. Dalam versi ini persia diperkenalkan jauh sebelum 1620  di Eropa dan Persia memiliki nilai jual tinggi.

Pada awal 1900-an pertama kali kucing ini diperkenalkan ke Kanada dan Amerika Serikat, kucing menjadi hewan kesayangan yang paling disukai diawali pada masa itu dan dengan pesat menjadi ras kucing populer dimata masyarakat dunia. Pada saat sekarang ini, kucing ras persia sering dijadikan tema dalam berbagai kontes hewan kesayangan yang bergengsi tinggi.

Jenis-Jenis Kucing Persia

Kucing persia secara garis besar di bedakan menjadi 4 jenis yaitu :

Persia Medium
jenis yang satu ini memiliki hidung yang agak mancung sedangkan persia pada umumnya berhidung pesek. Panjang bulu pada ekor kucing ini ada yang berbulu panjang dan ada pula yang berbulu pendek. Harga untuk siimut ini realatif standar, tidak terlalu murah dan tidak pula terlalu mahal.

Persia Himalayan
Persia Himalaya adalah kucing persia yang merupakan perpaduan jenis kucing dari ras persia. Kucing ini memiliki penampilan yang menonjol pada warna bulunya yang berwana hitam pada bagian lingkaran mata,hidung dan ujung-unjung keempat kakinya berwarna kehitaman. Sedangkan pada bagian tubuh lainnya berwarna putih.

Persia Flatnose
 Kucing persia flatnose merupakan persia yang memiliki hidung yang bisa dibilang agak pesek. Bentuk badannya sedikit gemuk dan bentuk kepalanya sedikit bulat. Warna bulu persia yang satu ini relatif sama dengan jenis kucing persia biasa. Kisaran harganya ber-iringan dengan jenis kucing himalayan.

Persia Peaknose
Persia yang satu ini (Persia Peaknose) termasuk jenis kucing dari ras persia yang paling banyak diminati orang. Karena kucing ini memiliki tubuh gemuk dan menarik serta hidung yang pesek, sehingga bentuknya begitus menggemaskan. Jenis kucing ini juga sering dihadirkan dalam kontes-kontes hewan. Untuk harga, jenis kucing ini merupakan jenis kucing termahal dari seluruh jenis kucing dari ras persia.

Perbedaan Persia dengan Anggora

1. Bulu
Perbedaan persia dengan anggora
Gambar diambil dari kucingpedia.com
Semua jenis kucing, kecuali jenis Sphinx lazimnya memilki bulu-bulu yang menyelimuti hampir semua bagian tubuhnya. Kemudian dari bulu ini kita juga bisa mudah membedakan jenis kucing tertentu.

Kucing Anggora – pada kucing Anggora umumnya punya bulu yang tebal tapi tidak setebal kucing Persia, namun pada ekor kucing Anggora bulunya paling panjang dan tebal bahkan disebut sebagai ekor musang karena kemiripannya. Pada bagian wajah, bulu yang dimiliki kucing Anggora tidak tebal maupun panjang sehingga lebih cenderung sedikit lebih lebat dibandingkan dengan kucing lokal.

Kucing Persia – kemudian pada kucing Persia dikenal sebagai kucing yang bulunya tebal, dari bulu di wajahnya saja sudah tebal. Dari leher hingga ekor juga ditutupi oleh bulu yang tebal khususnya kucing Persia yang berdarah murni.

2. Perbedaan Bentuk Wajah

Perbedaan persia dengan anggora
Gambar diambil dari kucingpedia.com

Kucing Anggora – si kucing Anggora memilki bentuk wajah seperti kucing lokal atau kucing kampung, bentuknya sedikit segitiga dengan hidung yang sedikit mancung. Kemudian telinganya cenderung runcing dan panjang.

Kucing Persia – untuk kucing Persia bentuk wajahnya cukup bulat, dengan hidung yang kebanyakan pesek (untuk Persia Peaknose) atau tidak terlalu mancung (untuk persia Medium), kemudian jika kamu memperhatikan bagian samping dari kucing ini, dahi, hidung dan dagu terlihat datar. Mata dari kucing persia juga bervariasi dibanding si kucing Anggora.

3. Bentuk Tubuh
Perbedaan persia dengan naggora
Gambar diambil dari kucingpedia.com
Kucing Anggora – ukuran tubuh dari kucing Anggora ini bisa dibilang ideal, ia terlihat langsing kemudian ototnya tidak menonjol. Ia juga punya bentuk tubuh yang terlihat lebih tinggi.

Kucing Persia – untuk kucing Persia, ia terlihat lebih gemuk bulat dibandingkan dengan kucing Anggora. Badannya juga tidak setinggi kucing Anggora, karena bisa dilihat dari kakinya yang pendek namun kokoh besar dengan caakar yang membulat.